Set Fire To The Rain

Senin, 29 September 2014

Tugas 4 PKn "Sikap Positif berdasarkan Pancasila yang nyata dilakukan"


1  
Sila ke-
Sikap Positif
1
Menjalankan solat 5 waktu
1
Menghormati antar umat beragama
2
Membantu teman yang sedang kesusahan
2
Berteman tanpa membeda bedakan
3
Gotong royong
3
Menjaga kebersihan lingkungan
4
Tidak memaksa kehendak kepada orang lain
4
Menghargai pendapat orang lain
5
Adil terhadap sesama
5
Berusaha menolong orang lain sesuai kemampuan

Selasa, 16 September 2014

Tugas 3 PKn "Sikap Positif dan Negatif Pancasila sebagai Ideologi Terbuka"

No
Sikap Positif Terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Sikap Negatif Terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Sila 1
Sila 1
1.
Taat menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing
Lalai menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing
2.
Membina kerja sama dan tolong menolong dengan pemeluk agama lain sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing.
Acuh tak acuh terhadap orang lain yang membutuhkan
3.
Mengembangkan toleransi antar umat beragama menuju terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang.
Tidak menoleransi antar umat beragama menuju terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang
4.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Memaksakan suatu adama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain
5.
Selalu menghormati orang yang melakukan ibadah
Menghina orang lain yang melakukan ibadah berbeda dari diri kita
6.
Memberikan kebebasan orang lain untuk memeluk agama dan keyakinan.
Memberi batasan terhadap orang lain dalam memeluk agama dan kepercayaan
  7.Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dipeluk Melanggar perintah agama yang di peluk
  8. Mempercayai adanya Tuhan YME Atheis
Sila 2
Sila 2
1
Menghormati harkat dan martabat setiap manusia di dunia
Merendahkan harkat dan martabat setiap manusia yang tidak sederajat
2.
Memperlakukan manusia/orang lain sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Memerintah setiap orang yang tidak sederajat dengan diri sendiri
3.
Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, jenis kelamin, kedudukan sosial, dan sebagainya.
Perbedaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap manusia dengan SARA
4.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, tenggang rasa.
Saling membenci sesama manusia, iri dan dengki
5.
Saling tolong menolong sesama manusia
Acuh tak acuh terhadap orang lain
6.
Keluhuran budi, sopan santun dan susila
Melakukan sesuatu dengan mengharapkan imbalan
7.
Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain
Bertindak semena-mena terhadap orang lain
  8.  Menjaga tali persaudaraan dengan masyarakat sekitar Menciptakan permusuhan dengan masyarakat    sekitar
Sila 3
Sila 3
1.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara jika suatu saat diperlukan.
Menolak berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara jika suatu saat diperlukan.
2.
Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia.
Malu dan menbenci tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia
3.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Membiarkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika
4.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa, dan lain sebagainya.
Menutup diri dari pergaulan
5.
Menunjukan kehidupan kebangsaan yang bebas, tidak memaksakan kehendak
Bersikap didaktor, memaksakan kehendak
6.
Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan
Mengotori lingkungan
7.
Keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan golongan
Lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada golongan
  8.  Mencintai dan memakai produk dalam negeri Lebih suka memakai produk luar negeri
Sila 4
Sila 4
1.
Mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Mengambil keputusan secara sepihak dalam menyelesaikan suatu masalah
2.
Tidak boleh memaksakan kehendak, intimidasi dan berbuat anarkhis (merusak) kepada orang/barang milik orang lain jika kita tidak sependapat.
Bersikap anarkis, merusak barang milik orang lain yang tidak sependapat
3.
Mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Percaya bahwa setiap orang dibedakan atas kedudukan, hak, dan kewajiban
4.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih untuk melaksanakan musyawarah dan menjalakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Meremehkan dan tidak percaya kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih untuk melaksanakan musyawarah dan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
5.
Tanggung jawab berdasarkan hati nurani, ikhlas dan amanah
Tangggung jawab hanya ingin pamer dan mengharapkan imbalan
6.
Berlapang dada atas keputusan hasil musyawarah.
Menentang dan tidak terima terhadap keputusan hasil musyawarah
  7.
  Menghargai pendapat orang lain/ tidak  memaksakan kehendak
 
 Memaksakan kehendak kepada orang lain
  8.  Menghargai dan melaksanakan hasil keputusan dalam musyawarah  Menolak hasil keputusan dalam musyawarah
Sila 5
Sila 5
1.
Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan lingkungan masyarakat sekitar.
Menutup diri dan tidak ikut kegiatan yang bersifat sosial
2.
Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan kepentingan orang lain/umum, seperti : mencoret-coret tembok/pagar sekolah atau orang lain, merusak sarana sekolah/umum, dan sebagainya.
Melakukan perbuatan yang dapat merugikan kepentingan orang lain. Seperti: mencoret-coret tembok, merusak sarana sekolah
3.
Suka bekerja keras dalam memecahkan atau mencari jalan keluar (solusi) masalah-masalah pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.
Benci bekerja keras dalam memecahkan masalah atau mencari jalan keluar
4.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial melalui karya nyata
Membenci melakukan kegiatan yang dapat memajukan terknologi
5.
Perlakuan adil dalam berbagai hal
Pilih kasih dalam berbagai hal
6.
Keseimbangan yang adil antara kehidupan pribadi dan masyarakat
Berat sebelah antara kehidupan pribadi dan masyarakat
7.
Keseimbangan yang adil antara kebutuhan jasmani dan rohani
Berat sebelah antara kebutuhan jasmani dan rohani.
 
  8.  Berhemat dalam setiap penggunaan kebutuhan dalam jangka waktu panjang Boros dalam setiap penggunaan kebutuhan dalam jangka waktu panjang